Wednesday, October 23, 2019

Tak Kenal maka Tak Tahu


Pada suatu kota di pulau jawa ada seorang mahasiswa yang bernama Irvin Prasetya. Universitas Muhammadiyah Prof.Dr HAMKA adalah pilihan tempat dia melanjutkan pendidikannya untuk mengembangkan diri dan mendapatkan gelar sarjanan S1. Dalam kesehariannya dia disibukkan dengan tugas-tugas kuliah, dan juga mengikuti organisasi kampus yaitu BEM FEB walaupun belum resmi menjabat. Sebelumnya dia juga pernah mengikuti organisasi kampus yaitu Himpunan Mahasiswa yang diamanahkan sebagai Ketua Bidang KOMINFO. Saat mengikuti organisasi dia diamanahkan untuk memimpin bidang KOMINFO tetapi apakah dia menguasai aplikasi editing ? tentu tidak. Berawal dari nekat menjadi sebuah tekad dia berusaha mempelajari satu persatu aplikasi editing dan akhirnya dia bisa mengoprasikan aplikasi tersebut. Dalam Himpunan, disaat ada acara ataupun program kerja dia selalu menjadi divisi HPD (Humas, Publikasi dan Dokumentasi) dimana pekerjaannya tidak jauh-jauh dari kamera, video, membuat sertifikat, banner, pamphlet dan lain-lain. Dengan selalu ditempatkan di divisi HPD pada setiap kegiatan secara tidak langsung Irvin pun bisa mengoprasikan dan menggunakan aplikasi editing video dan photo dengan baik.

Manajemen adalah jurusan yang ia pilih untuk menempuh kuliahnya, tentu dia sangat tertarik dengan sesuatu yang berbau manajemen. Apa salah satunya ? saham. Ya betul saham adalah surat berharga sebagai tanda kepemilikan perusahaan tertentu yang dapat diperjualbelikan. High risk high return inilah yang membuat Irvin penasaran. Setelah mempelajari system bagaimana jual beli saham dan memahami cara-cara kapan harus beli dan jual, diapun memberanikan diri untuk terjun ke dunia saham. Di satu mingg pertama dia berhasil mengumpulkan keuntungan hampir 40% dari modal yang dia tanam. Maka dari itu dia terus mempelajari saham ini, tetapi suatu ketika ada kondisi tertentu yang tidak bisa dijelaskan di tulisan ini ia pun memilih menginvestkan semua dananya ke pada salah satu Bank di daerah Banten.

Diam bukan berarti tidak tahu, diam yaitu sedang menganalisis sesuatu. Begitulah sifat Irvin ini yang lebih banyak diam dibanding berbicara. Menurutnya bicara ada waktunya dan disaat bicara harus memperhatikan pokok pembahasannya. “Lebih baik sedikit berbicara tetapi bermakna dibandingkan banyak bicara tetapi kosong isinya” kurang lebih itu lah pemikiran yang dia pegang.

No comments:

Post a Comment