Saya bernama Irvin Prasetya dengan
Pendidikan akhir S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas
Muhammadiyah Prof. Dr HAMHKA. Saat ini saya bekerja di salah satu start up
terbesar di Indonesia yaitu Traveloka dengan posisi jabatan Product Manager.
Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama bekerja di Bukalapak hingga
bisa menduduki posisi Product Manager.
Berawal dari
mengenal start up yang berbasiskan Information Technology (IT), memahami
beberapa skill untuk memecahkan masalah hingga berinteraksi dengan
karyawan lain secara baik dan benar. Pertama dari tahap wawancara saya diminta
untuk bisa aktif dan pasif berbahasa inggris, memecahkan masalah dengan solusi
terbaik dan mempresentasikan suatu produk dimana kita harus bisa membuat produk
itu menarik dengan apa yang sudah kita presentasikan. Setelah dinyatakan lulus
saya pun bekerja di jabatan product executive dengan gaji 7 juta
perbulan.
Dalam
keseharian bekerja di Bukalapak disana tidak ada yang namanya jam resmi
(kecuali untuk tim pelayanan pelanggan). Setiap karyawan bebas untuk masuk dan
pulang kantor jam berapapun, walaupun di dalam tim ada beberapa yang memberi
batas waktu paling telat masuk kantor. Pada saat jam makan siang, makanan
disediakan oleh kantor berupa boks catering. Biasanya disetiap lantai akan
diberikan variasi makanan yang berbeda-beda dan digilir setiap lantai, agar
tidak membosankan dengan menunya. Di kantor Traveloka menganut system kantor
terbuka dimana antara meja karyawan dengan karyawan lainnya tidak di berikan
pembatas, dengan tujuan karyawan bisa berinteraksi dengan bebas ketika suntuk
dengan pekerjaannya, walaupun didalam system ini mempunyai kelemahan yaitu
terciptanya suasana kerja yang tidak kondusif.
Desain
didalam kantor pun penuh dengan hiasan-hiasan futuristic dan juga ada fasilitas
penunjang. Di beberapa lantai juga terdapat area istirahat dimana para karyawan
bisa bermain pingpong, PS4, ataupun board games dengan catatan tidak
menggangu karyawan lain, tidak lalai dengan tanggung jawabnya dan lain-lain. Dalam
beberapa bulan terdapat Talk Show dengan pembicara para ahli dibidangnya
yang membahas pengetahuan sesuai dengan divisi, acara ini rutin
selenggarakan bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada karyawan
lain.
Dengan
mengemban jabatan product executive saya pun dituntut untuk bisa
memperkenalkan dan memasarkan produk kepada pelanggan, dalam hal ini saya
disuruh untuk bisa memberikan kesan yang baik terhadap barang yang saya
pasarkan dan untuk menciptakannya trust pada pelanggan. mempelajari dan
menguasai produk dimana saya harus mengetahui secara menyeluruh dari dari
produk yang saya pasarkan. Mempersiapkan presentasi produk kepada pelanggan
tentu saja saya dituntut untuk bisa membangun rasa percaya konsumen kepada
produk yang saya presentasikan. Memelihara hubungan baik dengan pelanggan
dengan tujuan memnumbuhkan rasa loyal terhadap perusahaan saya agar terus
membeli produk-produk di Bukalapak, dan masih banyak lainnya tanggung jawab
saya dengan tujuan membangun image baik terhadap produk-produk di
Bukalapak.
3 Tahun merintis
karir sebagai product executive akhirnya saya naik jabatan sebagai product
manager. Dijabatan sekarang ini
tanggung jawab pun semakin berat antara lain melakukan riset produk, biasanya
riset ini bermacam-macam biasanya melakukan riset yang sedang menjadi tren
dan juga perlu melakukan analisis produk Kompetitor. Ini berguna untuk melihat apa
saja kekurangan produk kita dan bagaimana cara mengatasinya. Mengatur strategi
produk, hal ini menuntut kita untuk cakap dalam mengomunikasikan ide mereka di
depan perusahaan. Kita pun harus bisa untuk membagi skema kerja dengan strategi
yang telah disusun untuk mewujudkan produk yang berkualitas.
Begitulah
pengalaman menjadi karyawan di perusahaan startup yang berbasis Information
Technology. Pada akhirnya adalah bekerja di perusahaan startup itu sangat
menyenangkan, dunianya dinamis dan akan terus semangat karena diisi dengan
mayoritas anak muda yang jadi karyawannya. Jam kerja yang fleksibel, makan
siang yang disediakan kantor, tempat kerja yang terkesan futuristic menjadi
penunjang mengapa bekerja di perusahaan startup itu nyaman.
No comments:
Post a Comment